Minggu, 11 Oktober 2015

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Industri Tekstil

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN ( AMDAL )
AMDAL merupakan suatu proses dalam studi formal dengan maksud untuk menganalisis dampak lingkungan dari suatu kegiatan/proyek dengan bertujuan memastikan adanya masalah suatu dampak terhadap lingkungan yang di analisis pada tahap perencanaan dan perancangan suatu kegiatan/proyek sebagai pertimbangan bagi pihak yang terkait.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Industri Tekstil

            Sehubungan dengan tugas matakuliah softskill yang mewajibkan mahasiswa untuk menganalisa mengenai AMDAL, kami melakukan observasi atau penelitian limbah yang dihasilkan oleh industri tekstil ,yang berlokasi villa mutiara gading 1 blok b4 no17  Bekasi,Jawa Barat.

A.                  Tujuan observasi / analisa
Adapun tujuan dari observasi ini yaitu :
ü    Mengetahui tentang AMDAL yang ada di sekitar industri/usaha.
ü    Mengetahui dampak yang dihasilkan dari proses industri/usaha.
ü    Meminimalisir dampak yang ada dilingkungan industri.
ü    Mengetahui cara mengatasi dampak yang terjadi.
ü    Mengetahui cara mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
ü    Mengetahui cara pembuangan limbah.
                                          

B.                  Penanganan Limbah yang dihasilkan dari proses produksi
1. Langkah pertama untuk memperkecil beban pencemaran dari operasi tekstil adalah program pengelolaan air yang efektif dalam pabrik, menggunakan :
    • Pengukur dan pengatur laju alir
    • Pengendalian permukaan cairan untuk mengurangi tumpahan
    • Pemeliharaan alat dan pengendalian kebocoran
    • Pengurangan pemakaian air masing-masing proses
    • Otomatisasi proses atau pengendalian proses operasi secara cermat
    • Penggunaan kembali alir limbah proses yang satu untuk penambahan (make-up) dalam proses lain (misalnya limbah merserisasi untuk membuat penangas pemasakan atau penggelantangan)
    • Proses kontinyu lebih baik dari pada proses batch (tidak kontinyu)

2. Penggantian dan pengurangan pemakaian zat kimia dalam proses harus diperiksa pula :
    • Penggantian kanji dengan kanji buatan untuk mengurangi BOD
    • Penggelantangan dengan peroksi da menghasilkan limbah yang kadarnya kurang kuat daripada penggelantangan pemasakan hipoklorit
    • Penggantian zat-zat pendispersi, pengemulsi dan perata yang menghasilkan BOD tinggi dengan yang BOD-nya lebih rendah.
3. Zat pewarna yang sedang dipakai akan menentukan sifat dan kadar limbah proses pewarnaan. Pewarna dengan dasar pelarut harus diganti pewarna dengan dasar air untuk mengurangi banyaknya fenol dalam limbah. Bila digunakan pewarna yang mengandung logam seperti krom, mungkin diperlukan reduksi kimia dan pengendapan dalam pengolahan limbahnya. Proses penghilangan logam menghasilkan lumpur yang sukar diolah dan sukar dibuang. Pewarnaan dengan permukaan kain yang terbuka dapat mengurangi jumlah kehilangan pewarna yang tidak berarti.
4. Pengolahan limbah cair dilakukan apabila limbah pabrik mengandung zat warna, maka aliran limbah dari proses pencelupan harus dipisahkan dan diolah tersendiri. Limbah operasi pencelupan dapat diolah dengan efektif untuk menghilangkan logam dan warna, jika menggunakan flokulasi kimia, koagulasi dan penjernihan (dengan tawas, garam feri atau poli-elektrolit). Limbah dari pengolahan kimia dapat dicampur dengan semua aliran limbah yang lain untuk dilanjutkan ke pengolahan biologi.

C.                  KESIMPULAN
Hasil
dari pelaksanaan observasi atau analisa lingkungan pada sektor industri/pabrik dapat disimpulkan bahwa :
1.                  Pelaku usaha industri masih menganggap bahwa kewajiban untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan masih dianggap beban yang memberatkan dari segi biaya.
2.                  Keterlibatan dan kepedulian masyarakat di sekitar industri terhadap pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan terhadap lingkungan yang dilakukan industri relatif masih rendah, masyarakat masih beranggapan bahwa industri yang memberikan banyak bantuan dan menyerap banyak tenaga kerja disekitar memberikan suatu keuntungan kepada masyarakat sekitar. Masyarakat tidak mempermasalahkan apakah industri tersebut memberikan dampak pencemaran lingkungan atau tidak.


D.                 SARAN

Saran yang diberikan yaitu perlu diadakannya sosialisasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kebersihan tentang kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan industri dan keterbukaan informasi oleh industri bersangkutan dengan memberikan dokumen pengelolaan lingkungan kepada pejabat setempat dan juga perlunya kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga lingkungan setempat guna mewujudkan industri yang berwawasan lingkungan dan agar lingkungan tetap terjaga keasriannya.

1 komentar:

  1. Titanium Hair Cutter | Titanium Art
    This is a Titsanium Hair Cutter with titanium plumbing no plastic. The Titsanium razor has the same head design as the other mens titanium braclets Merkur models. Rating: 4.7 titanium frames · ‎8 babyliss pro nano titanium hair dryer votes · ‎$10.99 · apple watch titanium ‎In stock

    BalasHapus